PROFIL PONDOK


Logo Pondok Pesantren Mambaus Sholihin 4

PROFIL PONDOK PESANTREN MAMBAUS SHOLIHIN 4

A. letak Geografis

Mambaus Sholihin 4 adalah sebuah lembaga pendidikan Islam berbasis Pesantren yang terletak di Pulau Seram tepatnya di JL. KM 12 Trans Sirisori Islam kelurahan Hollo Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah provinsi Maluku. Kawasan ini berada kurang lebih 2 km dari negeri Nua Nea yaitu kampung asli orang pribumi pulau seram, 21 km dari pusat kota Masohi, 28 km dari pelabuhan Amahai (salah satu jalur utama penyeberangan pulau seram-ambon) dan pondok pesantren Mamba’us Sholihin 4 bertempat di kampung trans Sirisori Islam yaitu orang-orang berimigrasi dari Pulau Saparua. Wilayah ini memiliki suhu udara yang cukup dingin dan segar karena wilayahnya yang berada di dataran tinggi dan kanan kiri masih layaknya hutan yang membuat tanah disini terbilang subur. Pada awalnya wilayah ini termasuk wilayah yang ramai akan pemukiman bahkan yang menetap bukan hanya orang Islam, tapi orang kristen juga. Karena peristiwa kerusuhan dahulu menyebabkan banyak sekali penduduk yang memilih pindah tempat tinggal.

B. Sejarah Pendirian

Pondok Pesantren Mamba’us Sholihin 4 Maluku tengah berdiri pada tahun 1995. Yang mana merupakan pondok cabang pertama dari pondok pusat yang ada di gresik. Cikal bakal berdirinya pondok ini bermula dari kunjungan beliau, syaikhina wa murobbi ruhinaa KH Masbuhin Faqih menghadiri pernikahan salah satu santrinya yang ditugaskan di Masohi-Maluku tengah.Ketika beliau diajak melihat kondisi masyarakat tradisional yang masih eksis di tanah Seram. Dan sampailah tiba di tanah yang kini menjadi pondok pesantren, beliau mempunyai keinginan membelinya untuk memperluas lahan dakwah ila kalimatillah. Dan dalam jangka waktu 4 tahun (1995-1999) sudah ada 50 santri putra-putri yang bermukim. Hanya saja saat itu pendidikannya non formal, seperti Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Madrasah Diniyah (MD).Akan tetapi pondok pesantren ini sempat vakum beberapa tahun karena adanya tragedi kemanusiaan yang dipicu oleh isu sektarian di Kota Ambon hingga pada akhirnya meluas sampai pulau Seram dan membuat para asatidz dan santri-santri dipulangkan demi keselamatan bersama.Wal hasil pada tahun 2009 akhir Romo kyai Masbuhin Faqih membuka kembali dengan mengutus beberapa asatidz dari Jawa. Dan seiring berjalannya, akhirnya 2022. pesantren Mamba’us Sholihin mempunyai unit lembaga formal mulai dari Raudhatul Athfal (RA) berdiri pada tahun 2014 lalu Madrasah Ibtida’iyah (MI) berdiri pada tahun 2016 dan disusul dengan Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada tahun 2022.Dan pondok Pesantren Mamba’us Sholihin 4 Mempunyai motto sebagaimana keinginan Romo kyai Masbuhin Faqih, yaitu bertujuan membentuk generasi Islam ala Ahlussunnah wal Jama’ah yang ‘alim, Sholeh, Kafı di bumi Maluku ini.

C. Sistem Pendidikan

Pondok Pesantren Mambaus Sholihin 4 Maluku Tengah menerapkan model manajemen konvergensi, yaitu perpaduan antara sistem pendidikan pondok pesantren tradisional (salaf) dan modern (khalaf). Secara kultural, pesantren ini masih mempertahankan sistem salaf, namun secara struktural telah mengadopsi sistem manajerial modern berdasarkan teori-teori manajemen. Hal ini tercermin dari penerapan sistem pendidikan formal dan non-formal yang mencakup jenjang pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.Latar belakang pendidikan pengasuh pesantren, Romo KH. Masbuhin Faqih, yang merupakan alumni Pondok Modern Gontor dan Pondok Pesantren Langitan, sangat berpengaruh dalam sistem pendidikan yang diterapkan di Mambaus Sholihin. Kurikulum pesantren ini merupakan perpaduan dari tiga pondok pesantren yang menjadi kiblat aktivitas keseharian santri di Mambaus Sholihin:Pondok Modern GontorDari Gontor, Mambaus Sholihin mengadopsi kurikulum bahasa, baik bahasa Arab maupun bahasa Inggris, sebagai bahasa sehari-hari santri. Selain itu, kurikulum organisasi juga diadopsi dari Gontor untuk melatih kemampuan manajemen dan kepemimpinan santri.Pondok Pesantren LangitanDari Langitan, pesantren ini mengadopsi kurikulum salaf yang menekankan pembelajaran kitab kuning dan pembentukan akhlak (moral keseharian) santri.Pesantren Roudhotul Muta’allimin SurabayaDari pesantren ini, Mambaus Sholihin mengadopsi kurikulum terkait ‘ubûdiyah (tata cara beribadah) dan awrâd (amalan-amalan keseharian) yang menjadi bagian penting dari rutinitas harian santri.Dengan perpaduan ini, Pondok Pesantren Mambaus Sholihin bertekad mampu mengintegrasikan nilai-nilai tradisional (almuhaafadzatu ‘ala qodiimi al-Ashlah) dengan pendekatan modern (wa al-Akhdu bi al-Jadiidi as-Shoolih) untuk mencetak generasi santri yang tidak hanya memiliki ilmu agama mendalam tetapi juga memiliki keterampilan yang sesuai dengan perkembangan zaman.

D. Satuan Pendidikan Formal dan Non Formal

Pondok Pesantren Mambaus Sholihin 4 memiliki berbagai satuan pendidikan formal dan non-formal, yaitu:Pendidikan Formal:a. Taman Kanak-kanak Raudhotul Athfal Mambaus Sholihinb. Madrasah Ibtidaiyah Mambaus Sholihinc. Madrasah Tsanawiyah Mambaus SholihinPendidikan Nonformala. Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ)b. Madrasah Diniyahc. Lembaga pengembangan Bahasa Asing

E. Aktivitas Pengembangan Al-Qur’an dan Kitab Kuning

Al-Qur’an dan Kitab kuning merupakan sebuah keniscayaan yang tak bisa dipisahkan dari pondok pesantren khususnya pondok pesantren Mamba’us Sholihin 4 Maluku Tengah. Adapun untuk menunjang atau mendukung aktifitas pengembangan Al-Qur’an dan Kitab Kuning maka perlu diadakan kegiatan-kegiatan, diantaranya:Kegiatan mengaji Al-Qur’an setelah ShubuhMadrasah DiniyahKegiatan intensif dalam bidang Nahwu, Shorof dan membaca kitab kuning

F. Aktivitas Pengembangan Bahasa Asing

Bahasa Arab dan Inggris merupakan ikon utama dari Pondok Pesantren Mambaus Sholihin. Oleh karena itu, berbagai program dirancang untuk memastikan pembelajaran dan penguasaan kedua bahasa ini terus berjalan dan berkembang. Program-program tersebut meliputi:Kursus Bahasa Arab dan Bahasa InggrisLatihan Berdialog (Muhâdathah/Conversation)Pengayaan Kosakata (Drill)Latihan Pidato (Khitobah/Speech)Latihan Menulis (Inshâ’/Essay)Berbagai Kegiatan atau Lomba yang Berkaitan dengan Keterampilan Bahasa Arab dan InggrisProgram-program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan berbahasa santri, baik secara lisan maupun tulisan, sehingga mereka mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

G. Cabang-cabang Pesantren

Dalam perkembangan terkini, Pondok Pesantren Mambaus Sholihin terus berupaya mengembangkan wilayah perjuangannya. Tidak hanya berfokus di Kabupaten Gresik, pesantren ini juga telah memperluas perjuangannya ke berbagai daerah di luar Jawa. Langkah pengembangan ini merupakan bagian dari inisiatif dan cita-cita pengasuh, Romo KH Masbuhin Faqih, untuk memperluas manfaat keberadaan daripada Mambaus Sholihin, khususnya dalam bidang pendidikan dan dakwah Islam ahlussunnah wal jama’ah.Hingga tahun 2024, Pondok Pesantren Mambaus Sholihin telah memiliki beberapa cabang pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia.