Sebagian orang mengganggap bahwa pembelajaran yang paling bagus Adalah pembelajarann yang dilakukan di dalam kelas dengan bertumpuk-tumpuk buku serta berbagai Kumpulan soal. Namun nyatanya pembelajaran terbaik bagi anak usia dini Adalah pembelajaran yang dekat dengan kehidupan mereka. Sebagai pendidik kami percaya bahwa anak-anak perlu dikenalkan pada alam sedari dini guna menumbuhkan rasa peduli, tanggungjawab dan menanamkan rasa Syukur. Sebab itu, gardening class menjadi salah satu kegiatan unggulan -selain kelas Billingual – yang memang telah kami rancang jauh hari.
![]() |
![]() |
Kami memulai kegiatan ini dengan memperkenalkan limgkungan kebun sekolah pada anak-anak. Dengan penuh antusias anak-anak mengobservasi lingkungan sekitar, mengenal tekstur tanah, dan mengenal berbagai jenis tanaman -yang sebelumnya sudah ditentukan oleh kami-. Bagi beberapa anak, mungkin kegiatan ini bukanlah kegiatan menanam pertama bagi mereka, namun kami merasakan atmosfer semangat yang begitu membara. Anak-anak belajar menanam bibit, menggunakan Taju , menyiram tanaman, serta memahami bahwa setiap makhluk hidup membutuhkan perhatian dan perawatan. Tangan-tangan kecil yang menyentuh tanah menjadi awal dari pembelajaran besar tentang kehidupan
Dari proses menanam, merawat dan memanen tidaklah cukup waktu yang sebentar. Kami butuh waktu kurang lebih satu bulan. Dan itu sudah cukup mengganggu kesabaran anak-anak. Saban hari mereka berkunjung ke kebun mereka dengan isi otak yang sama, “apakah tanamanku sudah bisa dipanen?”. Selama proses perawatan tanaman, anak-anak diajak untuk bersabar dan konsisten. Mereka belajar bahwa tanaman tidak tumbuh dalam satu malam, melainkan membutuhkan waktu, usaha, dan doa. Setiap kali melihat tanaman mulai tumbuh, anak-anak merasakan kegembiraan tersendiri. Dari sinilah mereka belajar bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan menghasilkan sesuatu yang baik
Yang ditunggu telah tiba, saatnya waktu panen. Yayy!!.
1. Bahasa Arab dan Inggris.
2. Alat tanam yang terbuat dari kayu seperti pada gambar A.2. Biasanya ujungnya berbentuk runcing dan pegangan yang didesain lebih ramping dari bagian lainnya yang terletak setara dengan dada pengguna.
Dengan wajah yang ceria serta penuh rasa ingin tahu, anak-anak memanen hasil kebun yang sebelumnya mereka tanam. Momen ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan, karena anak-anak dapat merasakan langsung hasil dari proses yang telah mereka jalani sejak awal. Seperti yang tampak pada kegiatan panen ini, anak-anak terlihat fokus, senang, dan bangga terhadap apa yang mereka lakukan.
![]() |
![]() |
Melalui kegiatan gardening class ini, banyak nilai karakter yang ditanamkan, di antaranya:
- Kesabaran, karena anak-anak belajar menunggu hasil dari proses.
- Tanggung bersama teman dan guru.
- Rasa syukur, atas nikmat yang Allah SWT berikan melalui alam.
Bukan hanya itu, tentunya nilai-nilai keislaman juga tertuang dalam kegiatan ini. Kami mengajak anak-anak untuk memahami bahwa setiap mahluk hidup ciptaan Allah SWT haruslah kita jaga, termasuk tanaman. Pada saat mengawali kegiatan menanam kami mengajak anak-anak untuk berdoa agar hasil panen kelak hasilnya bagus. Saat panen, kami ajak anak-anak untuk mngucap alhamdulillah sebagai ungkapan rasa Syukur atas limpahan rezeki yang telah diperoleh.
Harapan kami, dari kegiatan sederhana yang penuh makna ini, anak-anak RA Mambaus Sholihin tumbuh menjadi generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan, memiliki empati yang tinggi, serta senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Dari kebun sekolah, anak-anak belajar bahwa proses adalah bagian penting dari keberhasilan, dan setiap usaha akan selalu berbuah kebaikan.



